Pages

Monday, 19 October 2015

Teks Tanggapan Kritis 11

Bijak Memilih Sinetron
Lanny, Lolita, Maiko, Merry, Meyla
Sinetron merupakan film yang dibuat khusus untuk penayangan di media elektronik, seperti televisi. Sinetron memiliki banyak genre seperti romance, kekerasan, action, sad, persahabatan, keluarga, sekolah, sejarah, dll. Sinetron mengandung beberapa unsur positif dan negatifnya. Hal itu tentu membawa dampak dan pengaruh bagi masyarakat yang menontonnya.

Sinetron dapat menghibur para penonton. Akan tetapi, banyak dampak negatif dari sinetron, menurut blog Evadstreaklov dampak negatif dari sinetron membuat para remaja malas belajar, membuat para remaja memimpikan kehidupan yang ada disinetron itu menjadi kenyataan di kehidupan mereka. Mereka juga menirukan perilaku tokoh antagonis yang ada disinetron. Seperti masyarakat zaman sekarang yang menggunakan bahasa yang kasar dan bahasa gaul. Menurut kami hal itu tentu tidak baik untuk perkembangan kehidupan mereka.

Selain dampak negatif, sinetron juga memiliki dampak positifnya seperti mengajari anak berperilaku baik, menghibur, membuat kita tidak jenuh dan bosan, memberikan wawasan yang penting kepada kita, tahu cara bersosialisasi. Menurut sebuah blog Blokdhe Banyumanik dampak positif dari sinetron memberikan solusi untuk mengatasi masalah jika sang penonton kebetulan mengalami peristiwa yang sama dan menurut Fadel C seorang pengguna yahoo yang mengatakan bahwa sinetron sangat baik ditonton masyarakat karena kita bisa mengintropeksi diri dari karakter pemeran sinetron tersebut yang tentunya patut atau harus kita contoh. Namun, tidak semua sinetron memiliki dampak positif tersebut.

Sebuah penelitian American Psychological Association  (APA) pada tahun 1995 menyatakan,  ‘bahwa tayangan yang bermutu akan mempengaruhi seseorang untuk berperilaku baik dan tayangan yang kurang bermutu akan mendorong seseorang untuk berperilaku buruk.’

Dengan demikian, orangtua berperan untuk menjaga anak agar tidak menonton sinetron yang buruk dan menentukan sinetron-sinetron yang pantas untuk anaknya. Orangtua juga perlu mendampingi anak-anaknya saat menonton sinetron.


Teks Tanggapan Kritis 10

Korea Memikat Dunia

Tyas Anisa Zahra, Viona Christin, Vionika Mettasari, Vivian Anggelin


          Sekarang ini, negara Korea yang mencakup semua hal seperti musik pop, tari modern, kebudayaan, dan kulinernya sedang tren di Indonesia. Banyak remaja Indonesia yang  sangat menyukai musik pop dan dance Korea. Bahkan hampir seluruh media di Indonesia memuat tentang negara Korea. Negara Korea yang dijuluki sebagai “negeri ginseng” tersebut bukan hanya terkenal di Indonesia. Tetapi, hampir di seluruh dunia. Hal ini membawa dampak yang cukup besar bagi para remaja. “Demam Korea kini sudah sangat mewabah di Indonesia. Terlihat dari jumlah fans KPOP di Indonesia yang sangat banyak. Penyebutan sangat banyak bisa dilihat dari kemunculan beberapa kelompok penggemar yang tumbuh, terutama di dunia maya.”, kata Imelda Oktavia, seorang blogger.
          Sebenarnya kesukaan remaja Indonesia akan Korea tidak hanya memberi dampak negatif. Banyak juga dampak positif yang bisa kita dapat dari hobi tersebut antara lain kita bisa mendapatkan banyak pengetahuan tentang kebudayaan dan berbagai macam kuliner dari Korea. Lalu, kita bisa mempelajari sedikit demi sedikit bahasa Korea. Demam Korea telah menginspirasi dunia musik Indonesia dengan munculnya beberapa boyband dan girlband. Bahkan kuliner dari Korea telah masuk ke Indonesia dan cocok di lidah masyarakat. Menurut seorang blogger, Charlene, demam korea memiliki dampak positif yaitu dapat mengasah bakat para remaja di bidang tari maupun di bidang musik.                                                                                                  Tetapi dampak dari demam Korea ini bukan hanya mempunyai dampak positif tetapi juga dampak negatif seperti anak – anak yang belum cukup umur yang menonton Music Video (MV) yang kebanyakan pengisi acaranya itu memakai pakaian yang tidak lazim untuk dilihat oleh para remaja Indonesia. Kebanyakan para remaja yang mengalami demam Korea, lebih cenderung menyukai budaya negara Korea dibandingkan budaya dari negara sendiri.
          Menurut viegagaby.wordpress.com, hampir seluruh remaja Indonesia menyita waktu mereka untuk menonton drama Korea yang dapat mereka tonton di televisi atau DVD. Ini adalah hal yang sangat tidak baik dilakukan, kita harus dapat membagi waktu antara kewajiban sebagai seorang remaja dengan menonton drama Korea.       
          Untuk itu, kita perlu menyikapi demam Korea ini dengan bijaksana. Kita boleh mempelajari budaya mereka. Tetapi kita tidak boleh lupa dengan budaya negara kita sendiri. Jika kita menanggapi budaya Korea secara berlebihan, masyarakat Korea akan menganggap negara kita sebagai negara yang meniru budaya lain. Peran orang tua sangat diperlukan untuk membimbing para remaja agar mereka tidak terlalu terpengaruh demam Korea ini.


Teks Tanggapan Kritis 9

Masa Depan Lebih Cemerlang Tanpa Merokok
Cindy, Dwi Arum, Eka, Farah, Handayani

Merokok di kalangan pelajar sudah menjadi perilaku yang sangat memperihatinkan bagi Negara Indonesia. Hal ini disebabkan akibat dari pengaruh lingkungan sekitarnya. Hampir sebagian perokok di Indonesia adalah kalangan pelajar, baik di tingkat SMP maupun SMA. Pelajar yang merokok biasanya sejak SMP dan kebanyakan waktu kelas 3 SMP atau waktu beranjak SMA. Itu disebabkan karena faktor kebiasaan, karena jika pelajar sudah biasa dengan suatu aktivitas atau perbuatan yang di jalaninya sejak lama maka akan terbawa sampai mereka dewasa. Merokok di kalangan pelajar tentu membawa dampak dan pengaruh terhadap pelajar tersebut dan lingkungan mereka.
Di lingkungan sekolah larangan merokok merupakan suatu peraturan yang amat penting. Tetapi kenyataannya pelajar yang merokok semakin banyak. Menurut Angelica Iskandar seorang blogger, berpendapat bahwa merokok dari segi kesehatan, sangat merugikan. Tubuh yang masih dalam pertumbuhan sudah dicemari oleh racun-racun dari rokok. Lalu dari biaya atau harga rokok, tentunya jika sudah kecanduan bisa menghabiskan uang saku pelajar tersebut. Ide Angelica Iskandar itu sangat benar, merokok mengganggu kesehatan, kenyataan ini tidak dapat kita pungkiri. Banyak penyakit yang sudah terbukti sebagai dampak dari merokok. Faktanya sudah ada, contohnya: di iklan televisi yaitu ibu Ike Wijayanti yang terkena kanker tenggorokan sehingga pita suaranya hilang.
Tidak hanya sekolah yang berupaya untuk pelajar tidak merokok lagi, tetapi pemerintah juga berupaya salah satu contohnya yaitu terdapat tulisan “ Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok” di setiap buku pegangan siswa kurikulum 2013.
Tidak hanya dampak negatif saja, rokok juga mempunyai dampak positif. Menurut sebuah blog ScienceAndri atau alamat blognya http://scienceaandri.blogspot.co.id/2014/02/dampak-positif-rokok.html di blog tersebut ditulis bahwa merokok mempunyai dampak positif, yaitu: menjadi sumber inspirasi, bisa bersosialisasi dengan baik kepada orang yang dikenal maupun tidak dikenal, bisa membuat si perokok tersebut lebih percaya diri dan bisa menghilangkan stress. Menurut Tomkinds (1991) ada 4 tipe perilaku merokok, yaitu : Tipe perokok yang dipengaruhi oleh perasaan positif. Dengan merokok, seseorang merasakan penambahan rasa yang positif. Perilaku merokok yang dipengaruhi oleh perasaan negatif. Banyak orang yang menggunakan rokok untuk mengurangi perasaan negatif. Perilaku merokok yang adiktif. Mereka yang sudah adiksi, akan menambah dosis rokok yang digunakan setiap saat setelah efek dari rokok yang diisapnya berkurang. Perilaku merokok yang sudah menjadi kebiasaan. Mereka menggunakan rokok sama sekali merupakan suatu perilaku yang sudah bersifat otomatis, seringkali tanpa dipikirkan dan tanpa disadari ia menghidupkan api rokoknya bila rokok yang terdahulu telah benar-benar habis.
          Kebiasaan merokok yang dilakukan oleh pelajar mungkin merupakan salah satu pengaruh buruk yang didapat dari teman-temannya. Kebiasaan merokok pada orang tua juga berpengaruh besar pada pelajar. Orang tua yang merokok juga bisa menjadi salah satu faktor yang menjadikan pelajar tersebut merokok dibandingkan dengan keluarga yang bukan perokok.

          Secara umum kita sudah sepantasnya khawatir terhadap kebiasaan merokok di kalangan remaja, mengingat begitu besar dampak negatifnya. Untuk itu, langkah antisipasi harus kita siapkan. Kita bisa mulai dari lingkungan sekolah. Bisa dimulai dengan tidak memberi contoh kebiasaan merokok dalam sekolah. Manfaatnya akan dirasakan oleh seluruh orang ataupun pelajar itu sendiri, penerapan aturan dan larangan merokok akan mengerem kebiasaan merokok . Pelajar dan di sekitarnya  menjadi lebih sehat dan beban ekonomi berkurang, karena uang yang digunakan untuk membeli rokok bisa dialihkan untuk keperluan lain yang lebih bermanfaat.

Sunday, 18 October 2015

Teks tanggapan Kritis 8

Kekerasan pada Anak
M. Herfan Iqbal, Nabil Fahrezy, Nandiny Pratiwi A, Nelvira Chiendy


Kekerasan terhadap anak adalah tindakan  kekerasan yang terjadi pada anak yang dilakukan oleh orang yang berada disekitarnya  secara fisik, seksual, penganiyaan emosional, atau pengabaian terhadap anak.
Menurut Wikipedia, Di Amerika Serikat, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mendefinisikan penganiayaan anak sebagai setiap tindakan atau serangkaian tindakan wali atau kelalaian oleh orang tua atau pengasuh lainnya yang dihasilkan dapat membahayakan, atau berpotensi bahaya, atau memberikan ancaman yang berbahaya kepada anak. Sebagian besar terjadi kekerasan terhadap anak di rumah anak itu sendiri dengan jumlah yang lebih kecil terjadi di sekolah, di lingkungan atau organisasi tempat anak berinteraksi. Ada empat kategori utama tindak kekerasan terhadap anak: pengabaian, kekerasan fisik, pelecehan emosional/psikologis, dan pelecehan seksual anak.
Menurut Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan, kekerasan pada anak selalu meningkat setiap tahun. Hasil pemantauan KPAI dari 2011 sampai 2014, terjadi peningkatan yang sifnifikan. “Tahun 2011 terjadi 2178 kasus kekerasan, 2012 ada 3512 kasus, 2013 ada 4311 kasus, 2014 ada 5066 kasus,” kata Wakil Ketua KPAI, Maria Advianti kepada Harian Terbit, Minggu (14/6/2015)
          Menurut Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) :
ž Fakta kekerasan anak memperlihatkan bahwa dari 1026 responden anak (SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA) yang berhasil ditemui dan memberikan pengakuannya, tercatat:
ž  91% responden anak mengaku masih mendapatkan perlakuan tindak kekerasan di keluarga.
ž 87,6% responden anak mengaku mengalami tindak kekerasan di lingkungan sekolah
ž 17,9% responden anak yang pernah mengalami bentuk perlakuan kekerasan di masyarakat.


Menurut pendapat kami agar tidak terjadi tindak kekerasan pada anak orang tua tetap mendampingi anak dimanapun mereka berada, memperbaiki pola komunikasi dan pengasuhan pada anak, menciptakan lingkungan yang ramah untuk anak, mendampingi proses pemulihan psikologis terhadap anak apabila telah terjadi tindak kekerasan, mendampingi proses reintegrasi di masyarakat sekolah, membangun kepercayaan diri anak dan menyalurkan bakat minatnya.

Teks Tanggapan Kritis 7

            Pesona Gadget Bagi Remaja

Aleysa, Alfita, Andi Bintang, Andita, Angella


      
            Seiring dengan perkembangan zaman, manusia kini telah banyak menciptakan banyak inovasi terbaru salah satunya menciptakan gadget. Gadget memiliki banyak jenis, seperti laptop, tablet, dan telepon pintar atau yang sering disebut Smartphone. Berbagai perusahaan yang bekerja di bidang teknologi berlomba-lomba untuk menciptakan gadget terbaru dengan fitur yang baru dan canggih. Namun dibalik kecanggihannya, gadget banyak menimbulkan berbagai kontroversi terkait dengan dampak positif dan negatifnya (sumber ludvyro.blogspot.co.id).              
           Gadget sangat berperan penting bagi kehidupan manusia. Orang-orang menggunakan gadget untuk berbagai keperluan mereka. Pernyataan tersebut bukanlah tanpa sebuah alasan. Alasan pertama, gadget sangat berguna dan penting bagi orang pekerja kantoran. Mereka menggunakan gadget untuk membuat laporan pekerjaan, mencari ide atau bahan untuk pekerjaan atau juga untuk presentasi, dan sebagai alat untuk mempresentasi pekerjaannya pada saat meeting.
            Alasan berikutnya yaitu gadget sangat berguna bagi remaja, terutama seorang pelajar. Mereka biasanya menggunakan gadget pada saat mereka mengalami kesulitan untuk menjawab pertanyaan dari latihan soal pada buku cetak mereka. Mereka kemudian mencari jawaban tersebut di internet lewat gadget mereka untuk mempermudah untuk menjawab soal-soal tersebut. Selain itu, remaja menggunakan gadget untuk mempermudah berkomunikasi kepada kerabat, saudara, atau teman-temannya, menambah wawasan tentang perkembangan teknologi, dan sarana untuk menghilangkan kejenuhan atau stress dengan bermain game. Gadget juga dapat membuat kita mengenal dunia luar ‘tanpa batas’.              Penggunaan gadget tidak selalu positif. Selalu ada dampak negatif yang ditimbulkan dari penggunaan gadget yang berlebihan. Contoh dampak negatif tersebut seperti menjadi lupa waktu karena keasyikan bermain dengan gadgetnya. Kemudian jika tidak dipantau penggunaan gadget dari orangtua, remaja bisa saja membuka website yang mengandung unsur pornografi. Serta dapat menyebabkan mata menjadi minus karena dampak dari radiasi dari penggunaan gadget yang terlalu dekat dengan mata. Hal itu telah dinyatakan oleh 17 Ilmuwan Independen Terkemuka dari berbagai Negara pada tahun 1998 yang meneliti tentang dampak radiasi pada gadget (sumber solusiobat.wordpress.com). Dari pernyataan 17 Ilmuwan tersebut disebutkan juga dampak negatif dari penggunaan gadget lainnya, yakni Memanaskan Otak dan Kulit Manusia, resiko terkena kanker dan tumor, mengalami keluhan sakit kepala, dan kurang konsentrasi, dsb.
Seiring dengan perkembangan zaman, manusia kini telah banyak menciptakan banyak inovasi terbaru salah satunya menciptakan gadget. Gadget memiliki banyak jenis, seperti laptop, tablet, dan telepon pintar atau yang sering disebut Smartphone. Berbagai perusahaan yang bekerja di bidang teknologi berlomba-lomba untuk menciptakan gadget terbaru dengan fitur yang baru dan canggih. Namun dibalik kecanggihannya, gadget banyak menimbulkan berbagai kontroversi terkait dengan dampak positif dan negatifnya (sumber ludvyro.blogspot.co.id).
             Gadget sangat berperan penting bagi kehidupan manusia. Orang-orang menggunakan gadget untuk berbagai keperluan mereka. Pernyataan tersebut bukanlah tanpa sebuah alasan. Alasan pertama, gadget sangat berguna dan penting bagi orang pekerja kantoran. Mereka menggunakan gadget untuk membuat laporan pekerjaan, mencari ide atau bahan untuk pekerjaan atau juga untuk presentasi, dan sebagai alat untuk mempresentasi pekerjaannya pada saat meeting.
            Alasan berikutnya yaitu gadget sangat berguna bagi remaja, terutama seorang pelajar. Mereka biasanya menggunakan gadget pada saat mereka mengalami kesulitan untuk menjawab pertanyaan dari latihan soal pada buku cetak mereka. Mereka kemudian mencari jawaban tersebut di internet lewat gadget mereka untuk mempermudah untuk menjawab soal-soal tersebut. Selain itu, remaja menggunakan gadget untuk mempermudah berkomunikasi kepada kerabat, saudara, atau teman-temannya, menambah wawasan tentang perkembangan teknologi, dan sarana untuk menghilangkan kejenuhan atau stress dengan bermain game. Gadget juga dapat membuat kita mengenal dunia luar ‘tanpa batas’.
             Penggunaan gadget tidak selalu positif. Selalu ada dampak negatif yang ditimbulkan dari penggunaan gadget yang berlebihan. Contoh dampak negatif tersebut seperti menjadi lupa waktu karena keasyikan bermain dengan gadgetnya. Kemudian jika tidak dipantau penggunaan gadget dari orangtua, remaja bisa saja membuka website yang mengandung unsur pornografi. Serta dapat menyebabkan mata menjadi minus karena dampak dari radiasi dari penggunaan gadget yang terlalu dekat dengan mata. Hal itu telah dinyatakan oleh 17 Ilmuwan Independen Terkemuka dari berbagai Negara pada tahun 1998 yang meneliti tentang dampak radiasi pada gadget (sumber solusiobat.wordpress.com). Dari pernyataan 17 Ilmuwan tersebut disebutkan juga dampak negatif dari penggunaan gadget lainnya, yakni Memanaskan Otak dan Kulit Manusia, resiko terkena kanker dan tumor, mengalami keluhan sakit kepala, dan kurang konsentrasi, dsb.
    
Selain itu juga, sempat terjadi kasus meledaknya sebuah smartphone milik seorang pramugari di China karena digunakan untuk menelepon pada saat pengisian ulang baterai. Peristiwa itu terjadi pada hari kamis (11/7/2013). (sumber phonearena.com). Hal itu membuktikan ketergantungan si pengguna gadget pada gadget tersebut.   
           Untuk itu, orang tua harus membatasi dan mengawasi penggunaan gadget pada anaknya. Penggunaan gadget harus disesuaikan dengan penggunaan yang bijaksana. Upaya yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk mengurangi penggunaan gadget pada anaknya adalah melakukan kegiatan yang sifat bersama-sama seperti bersantai sambil berbincang-bincang bersama dengan keluarga. Jangan sampai penggunaan gadget dapat menjerumuskan kita ke hal-hal yang negatif.       

Teks Tanggapan Kritis 6

Berhijab

Sefiola Banati Khairani,Silvi Kurnia Sari,Teguh Bagas Riswanto,Tiara Anggella,Zulfa Zarapah



        Berhijab adalah menutup aurat dengan menggunakan suatu benda  yang disebut dengan jilbab dengan tujuan untuk melindungi diri dari kejahatan luar dan memenuhi syariat islam. Dalam islam, berhijab merupakan kewajiban bagi wanita yang sudah memasuki masa pubertas seperti dalam (HR. Hadits shahih, diriwayatkan oleh imam ahmad abu daud, at-tirmitzi, dan ibnu hajah) menunjukan bahwasanya rasulullah saw mengancam para wanita membuka auratnya dengan ancaman neraka. Sehingga banyak perempuan islam yang menggunakan hijab. Dan menimbulkan dampak positif dan negatif berhijab.
            Berhijab selain untuk memenuhi kewajiban sebagai umat islam juga menimbulkan banyak dampak positif bagi yang memakainnaya. Tetapi juga menimbulkan dampak positif bagi kesehatan, menurut penelitian seorang pakar dermatologi asal Australia. Ketika ditemukan penyakit kanker kulit pada perempuan yang sangat membahayakan, obat yang mereka resepkan justru jilbab karena menutup semua area kulit, kecuali telapak tanggan serta wajah, dua area itu sudah cukup untuk membuat zat-zat bermanfaat dalam sinar matahari masuk pada tubuh kita. Hal tersebut membuktikan bahwa berhijab sangat berguna untuk menjaga kesehatan.
            Berhijab juga bisa menjaga keselamatan diri bagi yang menggunakannya. menggunakan hijab tentunya menutup semua bagian tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Dengan begitu , bisa melindungi diri dari kejahatan orang-orang luar. Sehingga , mereka yang menggunakan hijab bisa melakukan segala aktivitas di luar tanpa khawatir akan kejahatan .
            Dampak positif menggunakan hijab memang banyak. Tetapi ,ada juga dampak  negatif yang ditimbulkan. Dampak negatif hanya akan menghampiri mereka yang tidak menggunakan hijab dengan sunnguh-sungguh. Seperti pada firman ALLAH SWT , bahwa ALLAH akan memberi neraka bagi mereka yang melanggar aturan-aturan dalam berhijab.

            Semua perempuan islam memang diwajibkan untuk berhijab. Berhijab memberikan banyak dampak positif bagi yang memakainnya serta memenuhi kewajibannya sebagai seorang muslimah atau perempuan Islam.

Teks Tanggapan Kritis 5

PILIHAN HIDUP WANITA DI MASA MUDA

Bianca Rizki Aulia,Catherina Hutahaean, Dhandy Diar Christy , Dhinia Trisepta Pitaloka, Firgantara Prima

          Ketika kita menentukan suatu pilihan hidup entah sudah berapa kali kita membaca serta mendengar tentang kata “ Hidup adalah pilihan“.Perempuan layak mendapatkan kebebasan untuk memilih hidupnya. Perempuan berhak mendapatkan hak untuk beroleh pendidikan tinggi dan pekerjaan dan keterampilan tanpa harus diikuti oleh buruan perjodohan.
       Di Indonesia perceraian memang sangat sering terjadi.Karena pada usia muda kita belum berpengalaman untuk berumah tangga dan kebanyakan kita harus melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.Tetapi,itu semua kembali kepada kemampuan dan pengalaman diri sendiri.
Banyak perempuan/wanita di bawah umur yang mengalami perceraian.Menurut KOMPAS.com — Tak ada satu pasangan pun yang menginginkan perceraian. Namun, beragam alasan seperti perselingkuhan, karier, sampai keuangan bisa membuat banyak pasangan akhirnya memilih berpisah. Namun, tahukah Anda bahwa para ahli ternyata melakukan banyak penelitian seputar perceraian ini. Ada beberapa alasan penyebab terjadinya perceraian.
Alasan pertama pasangan yang membagi-bagi pekerjaan rumah ternyata berpotensi lebih tinggi untuk bercerai.
Menurut studi di Norwegia  tingkat perceraian di kalangan pasangan yang cenderung membagi-bagi pekerjaan rumah tangga ternyata 50 persen lebih tinggi dibanding hanya istri yang melakukan pekerjaannya sendirian.

Alasan kedua perceraian bisa jadi sudah ada di dalam gen perempuan, ilmuwan Swedia merilis sebuah studi yang menunjukkan bahwa ada susunan gen tertentu dalam diri perempuan yang menjadi penyebab mereka sulit untuk berkomitmen, atau menjaga komitmen ketika mereka sudah menikah. 
Alasan ketiga hubungan dengan mertua memengaruhi kemungkinan perceraian.
Sebuah studi yang dilakukan oleh University of Michigan menemukan fakta bahwa ketika seorang suami dilaporkan memiliki hubungan dekat dengan mertuanya maka risiko perceraian akan menurun 20 persen. Di sisi lain, ketika seorang istri dilaporkan memiliki hubungan dekat dengan mertuanya maka risiko perceraiannya meningkat 20 persen. 
Kok bisa? Peneliti Terry Orbuch mengungkapkan bahwa hal ini terjadi karena perbedaan cara pandang seseorang. Seorang istri cenderung terlalu mendengarkan omongan mertuanya. Dalam artian, ketika mertuanya mengatakan berbagai hal maka hal ini dianggap sebagai masukan usil dalam rumah tangganya. Sedangkan suami cenderung tak ambil pusing dan tidak memasukkannya dalam urusan keluarganya. 
Alasan keempat setelah bercerai pria lebih mungkin terlibat dengan minuman keras.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Cincinnati mengungkapkan bahwa pria ternyata lebih berisiko minum minuman keras setelah mereka bercerai.
Alasan kelima keraguan menjelang pernikahan bisa jadi pertanda awal perceraian.
Jangan pernah mengabaikan hati Anda. Keragu-raguan menjelang pernikahan ini mungkin menjadi pertanda awal masa depan pernikahan Anda. Penelitian UCLA, yang diterbitkan dalam Journal of Family Psychology  dan melibatkan 232 pengantin baru, memberikan pertanyaan tentang keraguan mereka saat akan menikah. Penelitian ini ditindaklanjuti dengan meneliti kehidupan mereka setiap enam bulan selama empat tahun pertama pernikahan mereka. 
     Justin Lavner, salah seorang peneliti, mengungkapkan bahwa keraguan pranikah ini akan menyebabkan perceraian pada empat tahun kemudian. Hal ini terutama disebabkan oleh keragu-raguan sang istri. "19 persen perempuan yang ragu saat menikah akan menyebabkan perceraian empat tahun kemudian. Sedangkan hanya delapan persen istri yang tidak ragu menikah akhirnya memutuskan untuk bercerai," jelasnya.

      
 Beberapa alasan diatas dan pendapat tentang para ahli mengungkapkan tentang dampak negatif yang di timbulkan jika menikah di masa muda.Orang tua memang sangat tidak menyetujui jika kita anak nya menikah di usia muda dan orang tua tidak .Kedua orang tua kita pasti tidak menginginkan jika anaknya mengalami perceraian.Karena orang tua kita pasti ingin anak nya sukses dengan pendidikan yang tinggi dan meraih cita-citanya.. 

       Dengan demikian ,dukungan  seluruh keluarga sangatlah dibutuhkan dalam menentukan pilihan hidup.Dukungan keluarga berpengaruh besar bagi mereka yang memutuskan untuk memilih terus berpendidikan.Semuanya kembali pada dasar pemikiran tentang konsep rasa bahagia bagi kita masing-masing.Apakah rasa bahagia itu ada dalam terus berpendidikan atau menikah.Alangkah baiknya bila kita memilih berpendidikan terlebih dahulu.Jika kita lebih memilih menikah, belum tentu kita akan bahagia dan Sebaliknya, jika kita memilih untuk terus berpendidikan mutu kita akan terjamin untuk sukses,membahagiakan orang tua,dan bahagia di masa yang akan datang.
 

Translate

Blogger news

Blogroll

About